Arkib

Posts Tagged ‘Hadis’

Hadis : Wajib ikut Hukum Allah swt

Oktober 11, 2017 Tinggalkan komen

​DARIPADA Abu Hurairah r.a.katanya: “Ketika ayat ini turun pada Rasulullah s.a.w. yaitu-yang artinya: Bagi Allah adalah apa-apa yang ada di dalam langit dan apa yang ada di bumi.

 Jikalau engkau semua terangkan apa-apa yang dalam hatimu alau jikalau engkau semua sembunyikan itu, niscayalah Allah akan  memperhitungkan semuanya,” sampai akhir ayat. 

Dikala itu, maka hal  yang sedemikian tadi dirasa amat beratoleh para sahabat Rasulullah s.a.w. Mereka lalu mendatangi Rasulullah s.a.w. kemudian mereka berjongkok di atas lutut mereka lalu berkata: 

“Ya Rasulullah, kita  telah dipaksakan untuk melakukan amalan-amalan yang kita semua juga kuat melaksanakannya, yaitu shalat, puasa, jihad dan sedekah. Tetapi kini telah diturunkan kepada  Tuan sebuah ayat dan kita rasanya tidak kuat melaksanakannya. 

Rasulullah s.a.w. lalu bersabda: “Adakah engkau semua hendak mengatakan sebagaimana yang dikatakan oleh  dua golongan  ahlul kitab-kaum Nasrani dan Yahudi -yang hidup sebelummu semua ini, yaitu ucapan: “Kita  mendengar tetapi kita menyalahi.” Tidak boleh sedemikian itu, tetapi ucapkanlah: “Kita mendengar dan kita  mentaati. 

Kita memohonkan pengampunan padaMu,ya Tuhan  kita, dan kepadaMulah tempat kembali.” Setelah kaum – sahabat-sahabat Rasulullah s.a.w. – membaca itu, lagi pula lidah-lidah mereka telah tunduk – tidak bisa bercakap sesuatu, lalu Allah Ta’ala menurunkan lagi sesudah itu ayat – yang artinya: 

“Rasul itu mempercayai apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, begitu pula orang-orang yang beriman. Semuanya percaya  kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitabkitabNya, dan rasul-rasulNya. 

Mereka berkata:  “Kita tidak membeda-bedakan seorangpun di antara rasul-rasul Allah itu.” Mereka berkata lagi: “Kita   mendengar dan   kita   mentaati.   Kita   memohonkan  pengampunan daripadaMu, ya  Tuhan kita dan kepadaMulah tempat kembali.” Selanjutnya setelah mereka telah melaksanakan  sebagaimana isi ayat di atas itu, lalu Allah ‘Azzawajalla menurunkan lagi ayat – yang artinya: 

“Allah tidak melaksanakan kewajiban kepada seseorang, hanyalah sekedar kekuatannya belaka, bermanfaat untuknya apa-apa yang ia lakukan dan berbahaya pula atasnya apa-apa yang ia lakukan. Ya Tuhan  kita, janganlah Engkau menghukum kita atas sesuatu yang kita lakukan karena kelupaan  atau kekhilafan – yang tidak disengaja.” 

Beliau s.a.w. bersabda: “Benar –  kita telah melaksanakan.” “Ya Tuhan kita, janganlah Engkau pikulkan kepada kita beban yang berat, sebagaimana yang telah Engkau pikulkan kepada  orang-orang yang terdahulu sebelum kita.” Beliau bersabda: “Benar.” “Ya Tuhan kita, janganlah Engkau pikulkan kepada kita sesuatu yang kita tidak kuat melaksanakannya.” 

Beliau bersabda: “Benar.” 

“Dan berilah maaf dan pengampunan, belas kasihanlah kita. Engkau pelindung kita, maka tolonglah kita terhadap kaum  kafirin itu.” 

Beliau bersabda: “Benar.” (Ayat di atas dari surat al-Baqarah 286). (Riwayat Muslim) 133

Kategori:Uncategorized Tag:

Nasihat

Oktober 8, 2017 Tinggalkan komen

​DARIPADA Abu Ruqayyah yaitu Tamin bin Aus ad-Dari r.a. bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda: 

“Agama itu adalah merupakan nasihat.” Kita semua bertanya: “Untuk siapa?” Beliau s.a.w. menjawab: “Bagi Allah, bagi  kitabNya, bagi rasulNya, bagi pemimpinpemimpin kaum muslimin serta bagi segenap umumnya ummat Islam.” (Riwayat Muslim) 

Kategori:Uncategorized Tag:

Hadis : Beri bantuan

Oktober 6, 2017 Tinggalkan komen

​DARIPADA :  Abdur Rahman bin Zaid bin Khalid al-Juhani r.a., katanya: 

“Nabiullah s.a.w. bersabda: “Barangsiapa yang memberikan persiapan – bekal – untuk seseorang yang berperang fisabilillah, maka dianggaplah ia sebagai orang yang benar-benar ikut berperang – yakni sama pahalanya dengan orang yang ikut berperang itu. 

Dan barangsiapa yang meninggalkan kepada keluarga orang yang berperang – fi-sabilillah – berupa suatu kebaikan – apa-apa yang dibutuhkan untuk kehidupan keluarganya itu,  maka dranggap pulalah ia sebagai orang yang benar-benar ikut berperang.” (Muttafaq ‘alaih) 

Kategori:Uncategorized Tag:

Hadis : Kelebihan berdakwah

Oktober 4, 2017 Tinggalkan komen

​DARIPADA Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: 

“Barangsiapa yang mengajak ke arah kebaikan, maka ia memperoleh pahala sebagaimana pahala-pahala orang-orang yang mengikutinya, tanpa dikurangi sedikitpun dan dari pahala-pahala mereka yang mencontohnya  itu, sedang barangsiapa yang mengajak kearah keburukan, 

maka ia memperoleh dosa  sebagaimana dosa-dosa orang-orang yang mengikutinya, tanpa dikurangi sedrkitpun dari  dosa-dosa mereka yang mencontohnya itu.” (Riwayat Muslim) 

Kategori:Uncategorized Tag:

Hadis : Memulai buat Sunnah yg baik

Oktober 3, 2017 Tinggalkan komen

​DARIPADA Abu ‘Amr yaitu Jarir bin Abdullah  r.a., katanya: “Kita pernah berada di sisi Rasulullah s.a.w. pada tengah siang hari. 

Kemudian datanglah kepada Nabi saw itu suatu kaum yang telanjang, mengenakan pakaian bulu  harimau – bergaris-garis lurik-lurik-atau mengenakan baju kurung, sambil menyandang  pedang, umumnya mereka itu dari suku Mudhar, atau memang semuanya dari Mudhar,  maka berubahlah wajah Rasulullah s.a.w. karena melihat mereka yang dalam keadaan miskin itu. 

Kemudian beliau masuk – rumahnya, lalu keluar lagi, terus menyuruh Bilal untuk  berazan. Selanjutnya Bilal berazan dan beriqamat lalu bersembahyang, kemudian Nabi berkhutbah. 

Nabi s.a.w. mengucapkan ayat – yang artinya: “Hai sekalian manusia, bertaqwalah engkau semua kepada  Tuhanmu yang menjadikan engkau semua dari satu diri – Adam,”  sampai ke akhir ayat  yaitu – yang artinya: 

“Sesungguhnya Allah itu Maha Penjaga bagimu  semua.” (an-Nisa’: 1). 

Nabi membacakan pula ayat yang dalam surat al-Hasyr – yang artinya:  “Hai sekalian orang-orang yang beriman, bertaqwalah  engkau semua kepada  Allah dan hendaklah  seseorang itu memeriksa apa yang akan dikirimkannya untuk hari esoknya.” 

Disaat itu ada orang yang bersedekah dengan dinarnya, dengan dirhamnya, dengan bajunya, dengan sha’ gandumnya, juga dengan sha’ kurmanya, sampai-sampai Nabi bersabda: “Sekalipun hanya dengan potongan kurma – juga baik.” 

Selanjutnya ada pula orang dari kaum Anshar yang datang dengan suatu wadah yang tapak tangannya hampir-hampir tidak kuasa mengangkatnya, bahkan sudah tidak kuat. 

Selanjutnya beruntun-runtunlah para manusia itu memberikan sedekahnya masing-masing, sehingga saya dapat melihat ada dua tumpukan dari makanan dan pakaian, sampai-sampai saya melihat pula wajah Rasulullah s.a.w. berseri-seri, seolah-olah wajah beliau itu bercahaya bersih sekali. 

Kemudian Nabi bersabda: “Barangsiapa yang memulai membuat sunnah  dalam Islam berupa amalan yang baik, maka ia memperoleh pahalanya  diri sendiri dan juga pahala orang yang mengerjakan itu sesudah -sepeninggalnya – tanpa dikurangi sedikitpun dari pahala-pahala mereka yang mencontohnya itu. 

Dan barangsiapa yang  memulai membuat sunnah dalam Islam berupa amalan yang buruk, maka ia memperoleh dosanya diri sendiri  dan juga dosa orang  yang mengerjakan itu sesudahnya – sepeninggalnya – tanpa dikurangi  sedikitpun  dari dosa-dosa mereka yang mencontohnya itu.” (Riwayat Muslim) 

Kategori:Uncategorized Tag:

Larangan Bid ah

Oktober 2, 2017 Tinggalkan komen

​DARIPADA Jabir r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. itu apabila berkhutbah maka merah padamlah kedua matanya, keras suaranya, sangat  marahnya, sehingga seolah-olah beliau itu seorang komandan tentara yang menakut-nakuti, 

Sabdanya: “Pagi-pagi ini musuh akan menyerang engkau semua,” atau “sore ini musuh akan menyerang engkau  semua.” 

Nabi bersabda pula: “Saya diutus sedang jarak terutusku dengan tibanya hari kiamat itu bagaikan dua jari ini.” Beliau merapatkan antara jari telunjuk dan jari tengah. 

Baginda bersabda pula: “Amma ba’d. Maka sesungguhnya sebaik-baik uraian adalah Kitabullah – al-Quran – dan sebaik-baik  petunjuk adalah petunjuk Muhammad s.a.w., sedang seburuk-buruk perkara – agama – ialah hal-hal yang diada-adakan sendiri dan semua kebid’ahan itu adalah sesat.” 

Selanjutnya Nabi s.a.w. bersabda: “Saya adalah  lebih berhak terhadap setiap orang mu’min daripada dirinya sendiri. Barangsiapa meninggalkan harta, maka  itu adalah hak dari keluarganya, tetapi barangsiapa  yang meninggalkan hutang atau tanggungan – keluarga dan anak-anak yang ditinggalkan, maka itu adalah kepadaku atau menjadi tanggunganku.” (Riwayat Muslim) 

Kategori:Uncategorized Tag:

Pelihara amalan

September 29, 2017 Tinggalkan komen

​Daripada Umar al-Khaththab r.a., katanya:  Rasulullah s.a.w. bersabda: 

“Barangsiapa yang tertidur sehingga kelupaan membacakan hizibnya di waktu malam atau sebagian dari hizibnya itu, kemudian ia  membacanya antara waktu shalat fajar dengan zuhur, 

maka dicatatlah untuknya seolah-olah  ia membacanya itu di waktu malam harinya.” (Riwayat Muslim) 

Kategori:Uncategorized Tag: